Bab I. Konsep-konsep Sistem Komunikasi Indonesia
A.
Hakikat
Sistem Komunikasi
Untuk
memahami Hakikat Sistem Komunikasi maka kita terlebih dahulu harus memahami
kata perkata dari kalimat tersebut.
Pengertian
Hakikat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah Intisari, atau dasar atau bisa juga Kenyataan yang sebenarnya.
Sedangkan,
Sistem adalah berasal dari bahasa Yunani yang berarti suatu keseluruhan yang
tersusun dari sekian banyak bagian
(Shrode dan Voich, dalam Nuruddin, 2004), lebih jelas lagi, Littlejohn
membagi sistem menjadi empat (4) hal yaitu :
1. Objek-objek atau bagian-bagian, atau
elemen-elemen atau variabel-variabel.
2. Atribut. Suatu kualitas atau
properti sistem
3. Hubungan Internal, Hubungan antara
anggota sistem
4. Lingkungan, dipengaruhi oleh
Lingkungan sekitar.
Contoh
sebuah sistem adalah keluarga yang mana anggotanya adalah terdiri dari Bapak, ibu,
anak dan sebagainya. Mereka merupakan objek. Ciri-ciri mereka sebagai individu
merupakan atribut-atribut. Di dalamnya ada hubungan internal yang berinteraksi
satu sama lain juga saling mempengaruhi dan juga dipengaruhi oleh lingkungan
sekitar.
Sistem
adalah Suatu Keseluruhan yang unik, karena
bagian-bagiannya berhubungan satu sama lain dan tidak dapat difahami secara
terpisah.
Kemudian,
pengertian komunikasi itu sendiri adalah berasal dari bahasa Inggris yakni Communication yang juga diambil dari
bahasa Latin communicatio yang juga berasal dari kata communis yang semuanya
berarti sama atau sama dalam makna.
Kita
mengenal paradigma Lasswell (Harold Laswell) yang membagi unsur komunikasi
menjadi 5, antara lain :
1.
Komunikator
(siapa yang mengatakan)
2.
Pesan
(mengatakan apa)
3.
Media
(melalui canel apa)
4.
Komunikan
(kepada siapa)
5.
Efek
(dampaknya apa)
Komunikasi
adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada
komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.
Sistem komunikasi adalah seperangkat hal-hal tentang
proses penyampaian pesan yang berhubungan satu sama lain dan membentuk suatu
keseluruhan. Seperti halnya sistem, sistem komunikasi terdiri dari 4 hal, yakni
:
1.
Objek-objek
dari sistem komunikasi yang berupa unsur-unsur komunikasi seperti komunikator,
pesan, media, komunikan dan efek).
2.
Atribut
sistem komunikasi berupa kualitas atau properti sistem itu dan unsur-unsur
komunikasinya.
3.
Hubungan
internal sistem komunikasi, adalah hubungan antara peserta-peserta komunikasi
(komunikator dan komunikan) sebagai anggota sistem yang dapat ditandai melalui
pesan-pesan komunikasi mereka.
4.
Lingkungan
sistem komunikasi, artinya suatu sistem komunikasi memilikim suatu lingkungan,
yakni; sistem sosial, sistem politik, sistem budaya, dan sebagainya
(Indonesia).
5.
Jika
pengertian sistem komunikasi itu dipakai untuk mengamati suatu sistem pers maka
objek-objek dari sistem ini adalah insan pers (wartawan, dewan pers, institusi
pers), pesan (berita, opini, iklan), masyarkat yang berkepentingan,
pemenrintah.
Ciri-ciri
atau kualitas diri mereka sebagai objek-objek sistem disebut atribut sistem. Sistem
komunikasi yang lebih khusus adalah sistem pers. Dalam sistem Pers ada sistem
manajemen redaksional, di bawahnya ada sistem berita (desk ekonomi, desk
politk, desk daerah, dan lain-lain yang diperankan oleh gate keeper/pentapis
informasi/palang pintu, penjaga rubrik., di bawahnya ada sistem yang
berhubungan dengan reporter di lapangan. Semua sistem yang lebih rendah
memberikan andil pada sistem yang lebih tinggi.
Sistem
komunikasi tidak akan berjalan jika tidak menggunakan media tertentu.
Anwar Arifin
dalam bukunya Sistem Komunikasi Indonesia
(2011) menyebutkan bahwa sistem komunikasi bermakna sebagai tatanan, cara,
metode, pola, atau mekanisme kerja dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang
membentuk suatu totalitas dalam interaksi manusia.
Pada hakikatnya,
suatu sistem komunikasi secara inheren (berkaitan erat) dengan sistem sosial.
Dalam sistem komunikasi dan sistem sosial terjadi pengolahan informasi. Fisher
(1990) berpendapat bahwa sistem komunikasi dan sistem sosial adalah satu.
Perbedaannya keduanya adalah jika dalam sistem sosial informasi merupakan
energi yang menciptakan jalinan hubungan struktural dan fungsional, sedang
dalam sistem komunikasi justru informasi merupakan titika sentralnya. Sistem
sosial adalah semua unsur sosial
yang berhubungan satu sama lain dimana hubungan tersebut saling mempengaruhi
dalam kesatuna sosial.
B.
Fungsi
Komunikasi
Pendapatr
para ahli tentang fungsi Komunikasi salah satunya dari pendapat Harold D.
Laswell (1948) yang secara rinci menyebut fungsi-fungsi komunikasi sebagai
berikut :
1. Penjajagan/pengawasan lingkungan (surveillance of environment)
2. Menghubungkan bagian-bagian yang
terpisah dari masyarakat untuk menanggapi lingkungannya (correlation of the part of society in responding to the environment).
3. Menurunkan warisan sosial dari
generasi ke generasi berikutnya (transmission
of social heritage).
Menurutnya,
ada tiga kelompok yang menjalankan ketiga fungsi tersebut. Yang pertama, para
diplomat, atase dan koresponden luar negeri. Kedua, editor, wartawan, dan juru bicara.
Ketiga, para pendidik di dalam pendidikan informal atau formal. Mereka
mewariskan adat kebiasaan, nilai dari generasi ke generasi.
Fungsi
komunikasi tambahan dikemukakan oleh Charles R. Wright (1988) yakni fungsi
entertainment (hiburan).
C.
Hubungan
SKI dengan sistem lain
Sistem
Komunikasi Indonesia tidak bisa berdiri sendiri. Sistem lain ikut
mempengaruhinya. Satu sama lain saling mempengaruhi. Hubungan sistem Komunikasi
Indonesia dengan sistem lain adalah sebagai berikut :
1.
SKI
dipengaruhi Sistem Sosial Lain
SKI
dibawah subordinat sistem sosial. Seperti sebuah bangunan, Sistem sosial adalah
bangunan besarnya dimana dibawahnya terdapat beberapa sub sistem salah satunya
sistem komunikasi Indonesia.
SKI dengan
sistem lain misalnya sistem ekonomi, sistem budaya, sistem politik salin
mendukung eksistensi masing-masing.
Contoh,
sistem sosial yang feodal akan mempengaruhi proses komunikasi. Kasta Sudra akan
sulit berkomunikasi dengan kasta ksatria. Dalam budaya jawa masih dikenal nilai
‘ewuh pakewuh’ atau sungkan. Perasaan tidak enak jika mengkritik atasan,
misalnya.
2.
Sistem
komunikasi dipengaruhi sistem politik
Studi
mengenai sistem pers dengan sistem politik dilakukan banyak ahli. Ssitem
komunikasi demokratis akan memberi peluang proses komunikasi yang demokratis
pula. Sebaliknya sistem otoriter akan membuat sistem komunikasi otoriter pula.
Berjalan top down (dari atas ke bawah). Sistem pers era orba dan pers era
reformasi sangat berbeda.
D. Fungsi-fungsi Sistem Komunikasi
Membahas
fungsi sebuah sistem tidak bisa lepas dari fungsi-fungsi input dan output.
Input merupakan masukan sedang output adalan keluaran. Input bisa berupa data,
bahan, informasi dan peristiwa untuk diolah jadi bahan mentah dalam proses
sistem komunikasi.
Output
sistem komunikasi berupa sikap apatis (apathy) dan reward (ganjaran) dari
masyarakat. Ciri sistem adalah proses
terus menerus.
Umpan
balik atau feed back masyarakat merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial,
bisa berupa kritik atau honor (penghargaan). Meskipun begitu, kontrol sosial
harus ada rule of the game yang disepakati bersama dimana di dalamnya termuat
nilai-nilai, norma, hukum, dan das sollen (apa yang seharusnya).
Kesimpulannya,
dalam sistem komunikasi ada dua fungsi yakni fungsi input dan output.
E. Pola-pola Komunikasi di Indonesia
Menurut
Everett M. Rogers, Komunikasi adalah proses yang mana suatu ide dialihkan dari
sumber kepada penerima dengan maksud mengubah prilaku.
Artinya,
di sini ada proses pengoperan ide, gagasan atau lambang yang melibatkan orang
lain. Sementara menurut Harold D. Laswell menyebut ada formulas komunikasi
yakni who (siapa), says what ( mengatakan apa), in which channel (lewat saluran
mana), to whom (kepada siapa) dan With what effect (efek yang diharapkan). Masing-masing
memiliki pola (tipe) tertentu.
Pola
perilaku komunikasi manusia oleh beberapa ahli, salah satunya dari sarjana
Amerika membagi pola komunikasi menjadi lima, yakni komunikasi antar pribadi
(interpersonalm communication), komunikasi kelompok kecil (small group
communication), komunikasi organisasi (organizayional communication),
komunikasi massa (mass communication) dan komunikasi Publik (public
communication).
Sementara,
Joseph A. Devito membagi pola komunikasi menjadi empat, yakni komunikasi
antarpribadi, komunikasi kelompok kecil, komunikasi publik, dan komunikasi
massa.
Daftar Pustaka
1.
Nuruddin. Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta:
Rajawali Press, 2004.
2.
Arifin, Anwar. Sistem Komunikasi Indonesia.
Jakarta: Simbiosa Rekatama Media, 2011.
Komentar
Posting Komentar